ini saat baru sampai di pulau nya,, kami turun dari kapal dan mulai jalan menuju ke rumah bapak Kepala Desa nya,, untuk melapor sebagai pendatang baru,, dan kamipun malamnya di ijinkan untuk menginap di rumah Bapak Kepala Desa nya..
kami di sana disambut dengan sangat ramah,, orang orang di sekitar sana pun sangan baik,, dan aku sendiri suka dengan cara bermasyarakat nya penduduk di sana,, sangat peduli,, tidak seperti di kota yang tidak mau tau tentang orang di sekitarnya,, hmm -__-
ini adalah beberapa jepretan foto penduduk disana,, mereka di sana mencari nafkah dengan cara menenun kain,,
benang yang akan ditenun itu mereka dapatkan di pasar Maumere,, jadi mereka harus menyebrang dengan menggunakan kapal atau perahu untuk sampai di Maumere,, seperti kami yang untuk ke pulau itu juga harus menggunakan kapal,, ^_^
benang tenun itupun membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menjadi selembar kain yang bisa digunakan,, membutuhkan waktu 3 hari sampai seminggu,,
dan kalau kain tenun itu di jual harga nya lumayan mahal looh,, bisa sampai 300rb rupiah,,
tapi kalau dipikir-pikir sih ya memang pantas kain itu di jual dengan harga segitu,, soalnya untuk menjadikan nya kain butuh kesabaran,.
nantinya hasil dari menjual kain kain tenunan itu digunakan mereka untuk membiayai hidup dan sekolah anak2 mereka,,
mereka disana sangan mementingkan pendidikan untuk anak2 mereka,, agar mereka bisa cerdas untuk membangun pulau mereka,, tidak hanya diam dan hanya menikmati kehidupan yang apa adanya yang serba pas2an tanpa mau berubah untuk maju,, salut dengan tekat mereka,,^_^
narsis dulu bareng ibuk yang lagi nenun,, (sayang ibuknya ga nengok kamera, fokus banget)ada mas Thariq nih yang nimbrung ikutan narsis foto sama ibuk nya,, ibuknya langsung jadi selebritis gitu deh,, hahahaa
sebenarnya hampir semua yang ikut ke pulau sih pada foto semua sama obuknya,, tp males ah masukin semua nya,, menuh2in aja,, haghaghag :D
viiiisss.....
disana bangunan nya belum ada yang permanen total,, baru semi permanen,, malah ada yang cuma dari bambu atau kayu saja seperti yang di foto di samping dengan kak Fathan sebagai modelnya,, dan foto yang di atas dengan Kezia sebagai modelnya,, yang ceritanya baru keluar dari rumah,, (di setting sm Bli Pande).. rumah mereka langsung sekali berpas2an dengan laut,, seperti pada foto di kiri atas dengan Thariq sebagai modelnya,, laut yang di foto itu pas sekali berasa di depan kak Fathan (dalam foto) atau samping kiri dari dari Kezia,,
rumah tempat Kezia keluar itu merupakan rumah orang tua dari salah satu pegawai di SATSIUN WAI OTI ini,, yaitu Om Ramli,,
foto di bawah ini merupakan ternak dari Om Ramli,, ada bebek dan juga ada ayam,, itu yang lagi ku pegang di tangan ku,,(liat foto ku yang di atas),, itu salah satu ayam nya Om Ramli yang ku tangkap lalu ku jadikan objek foto,, hihihiii :D













Tidak ada komentar:
Posting Komentar