Senin, 29 Desember 2014

Pulau Untung Jawa

Holiday akhir tahun di Pulau Untung Jawa, Kepulauan seribu

one day for holiday

di jakarta yang padat,, sumpek,, kalau mau liburan macet,, nyita waktu,, bikin liburan kadang terbuang cuma-cuma,,
sekarang siapa sangka ada tempat cantik yang dihiasi dengan pantai yang berpasir putih,, terumbu karang yang bagus,, dan yang jelas terdapat tidak jauh dari ibu Kota Jakarta ini,, hanya butuh waktu 15 menitan saja buat sampai ke sana,,
yapps,, pulau Untung Jawa namanya,,



pulau ini termasuk ke dalam Kepulauan Seribu yang terletak tidak jauh dari Pulau Jawa,, terbukti dengan menyebrangnya hanya butuh waktu 15 menit saja dari tempat penyebrangan, yaitu dengan melalui Penyebrangan Tanjung Pasir..

kemarin rute perjalanan yang saya tempuh untuk menuju ke penyebrangan ialah dari Cikupa, Tangerang,, ngelewatin bandara,, lalu kesana nya lagi,, udah deh sampe di Tanjung Pasir,, ya kira kira sekitar 1.30 menitan lah dengan keadaan jalanan yang lancar..g macet2 amat..dan kecepatan yang santai..
disana ada banyak kapal yang bersedia untuk mengantarkan kita ke Pulau Untung  Jawa dengan kuota sekitar 40 orang,,mungkin ada sekitar 30 kapal kayaknya,, dengan harga tiket yang  hanya 50rb pp (pulang pergi)..

Selasa, 19 Agustus 2014

Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Sebuah Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tertanggal 28 Desember 1933 membuat Bung Karno yang saat itu berusia 35 tahun harus menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di rumah pengasingan ini, Sang Proklamator bersama istrinya Inggit Ganarsih, mertuanya Ibu Amsih, dan dua anak angkatnya Ratna dan Kartika, menghabiskan waktu mereka sebagai tahanan politik. Rumah beratap seng ini berada di daerah Nggobe tepatnya di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Selama di Ende, Soekarno dan keluarganya menempati sebuah rumah di tengah perumahanan penduduk biasa.Rumah itu milik Abdullah Ambuwaru. Setelah Indonesia merdeka, Soekarno mengunjungi Ende untuk pertama kalinya pada tahun 1951. Ia bertemu Abdullah Ambuwaru dan meminta agar rumah tempat tinggalnya itu dijadikan museum. Pada kesempatan kunjungan yang kedua (1954), Soekarno meresmikan rumah tersebut sebagai Situs Bung Karno pada tanggal 16 Mei 1954.
Pada 1 Mei 2012 diletakkan batu pertama sebagai tanda renovasi Situs Bung Karno. Secara resmi, situs tersebut direnovasi pada 23 Juni 2012. Renovasi dilakukan secara total, mulai dari dinding, lantai sampai atap, tetapi tidak mengubah bangunan lama. Rencana renovasi merupakan inisiatif Wakil Presiden Boediono yang berkunjung ke Ende pada tahun 2009 dalam rangka menelusuri jejak pelopor utama kemerdekaan.Tujuan merenovasi Situs Bung Karno di Ende adalah untuk membuat ikatan batin antara Ende dan Republik Indonesia, antara satu generasi dengan generasi yang akan datang. Keterlibatan aktif Boediono ini diwujudkan dengan membentuk Yayasan Ende Flores yang kegiatan pertamanya adalah pemugaran bangunan fisik Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende. Pembangunan dilaksanakan selama kurang lebih satu tahun di bawah pengawasan Yayasan Ende Flores yang berkoordinasi dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Situs bersejarah yang telah selesai dipugar diresmikan oleh Wakil Presiden Boediono pada tanggal 1 Juni 2013 yang bertepatan dengan peringatan hari Kelahiran Pancasila. (http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Pengasingan_Bung_Karno)
rumah pengasingan Bung Karno ini dirawat dan dijaga oleh satu orang penjaga dimana kalau ada yang mau berkunjung dan melihat lihat ke dalam rumah kita harus menghubungi petugas jaga itu terlebih dahulu.rumah pengasingan Bung Karno ini dirawat dan dijaga oleh satu orang penjaga dimana kalau ada yang mau berkunjung dan melihat lihat ke dalam rumah kita harus menghubungi petugas jaga itu terlebih dahulu.
tidak jauh dari situs rumah pengasingan ini, terdapat juga situs sejarah lainnya tentang Bung Karno yaitu Taman Renungan Bung Karno yang tepatnya berada di Lapangan Perse yang sekarang di sebut dengan lapangan Pancasila.
di taman ini terdapat patung Bung Karno yang sedang duduk di kursi panjang dengan posisi yang menghadap ke arah laut. kursi ini terletak di tengah kolam dangkal yang hanya diisi dengan bebatuan yang berwarna biru dengan tinggi air hanya sekitar 10cm.
persis di sebelah patung BUng Karno ini terdapat satu pohon sukun yang batangnya bercabang lima. Menurut cerita masyarakat, dibawah pohon sukun inilah Bung Karno sering duduk berteduh sambil memandangi daun sukun yang bergigi lima buah dan bersudut lima pada setiap sisinya. Filosofi daun sukun inilah yang menjadi perenungan Bung Karno akan dasar negara Indonesia yang kelak menjadi Pancasila.

Jumat, 01 Agustus 2014

Kelimutu Lake(s)

gunung dengan 3 kawah yang mempunyai warna berbeda tiap kawahnya

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, dimana warna-warna itu tidak menetap untuk satu kawah,, maksudnya tiap kawah bisa berubah warna hingga 3 kali dalam satu tahun.
Namun, secara ilmiah, warna danau sangat ditentukan oleh kandungan mineral, pengaruh biota jenis lumut dan batu-batuan di dalam kawah tersebut serta pembiasan dari cahaya matahari.


Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.


Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik.
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau.  Danau yang pertama atau "Tiwu Ata Polo" dipercaya warga setempat merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan. Danau kedua atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Sedangkan danau ketiga atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Danau yang ketiga ini berada sedikit terpisah dari danau pertama dan kedua dimana yang pertama dan kedua terletak bersebelahan hanya berbatas tebing.

Minggu, 06 Juli 2014

I'M FINE

ketika perempuan MARAH
tak selalu berarti dia peMARAH
melainkan (kadang) hatinya sedang terLUKA,..

ketika perempuan CUEK
tak selalu berarti dia SOMBONG
melainkan (kadang) sedang menahan LUKA,..

ketika perempuan SEDIH
tak selalu berarti dia LEMAH
melainkan (kadang) dia sedang KECEWA,..

dan
ketika perempuan terlihat CERIA
tak selalu berarti dia sedang BAHAGIA
melainkan (kadang) dia sedang menyembunyikan keSEDIHannya


TIDAK SEMUA KESEDIHAN KITA PERLU UNTUK DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN,.MEREKA CUKUP TAU KITA "BAIK-BAIK SAJA",..

Jumat, 30 Mei 2014

Pulau Pemana dan Pulau Kambing

holiday in Islands part II

okee,, ini adalan Desa Pulau Pemana,, dimana Pulau Pemana itu sendiri merupakan tujuan jalan2 kami (MOFERS) kali ini..
sebelum berangkat menuju pulau ini,, kami terlebih dahulu berkumpul di pelabuhan untuk cek pasukan dan juga sekaligus mengecek semua peralatan2 yang akan kami bawa ke sana,.

kami terlebih dahulu menghubungi salah satu orang yang tinggal di sana dan jugatidak lupa Kepala Desanya,, untuk memberitahukan kalau kami akan berkunjung ke sana,, dan agar dibantu untuk menyediakan penginapan dan juga konsumsi kami selama di sana,..

perjalana dari Maumere ke Pulau Pemana ditempuh selama 2 sampai 3 jam dengan menggunakan kapal penumpang (bukan speed boat).
di sepanjang perjalanan,, pemandangan yang terlihat tidak jauh berbeda dengan saat menyeberang ke Pulau2 lainnya,, laut lepas yang terbentang luas dengan warna biru jernih,, ikan2,, dan juga jejeran pulau2 kecil yang ada diseberang sana,.(entah sana yang mana,,:D)

"dari kejauhan pulau ini terlihat seperti dua pulau dengan jarak yang berdekatan,, tapi sebenarnya pulau ini merupakan satu pulau di mana di tengah2 pulau ini ada seperti lekukkan lembah yang membuat pulau ini terlihat terbelah menjadi dua pulau,..
itu lah daratan rendah yang membuat pulau Pemana terlihat seperti dua pulau dari kejauhan
di Pulau ini terdapat 2 desa,, dengan jumlah penduduk yang lumayan banyak dibandingkan dengan pulau2 kecil lainnya,,.
Desa Pemana dan Desa Gunung Sari atau juga disebut dengan Desa Ngolo,.
Pemana ngolo memiliki tempat keramat yang terletak di kaurangka.setiap tahun penduduk pemana ngolo melakukan makan-makan dan baca do’a di keramat.karena itu merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak nenek moyang. tradisi makan-makan dan baca do’a di keramat dilakukan pada bulan 12.
di sini juga terdapat bebrapa sekolah,, dan juga masjid,, dimana mayoritas penduduknya merupakan kaum muslim.,"

sesampainya di pelabuhan Pemana,, kami lalu briefing sejenak untuk membahas kegiatan2 kami selama di sana,, karena ada sedikit perubahan kegiatan terjadi.,.
kami tidak berdiam di Desa Pemana tapi di Desa Gunung Sari,, setelah briefing selesai,, kami lalu melanjutkan perjalanan ke Desa sebelah dengan menggunakan ojek, jarak yang ditempuh lumayan jauh sekitar 10KM,. dengan jalanan yang di awali dengan tanjakan lalu selanjutnya turunan,..